Usai terhentinya hujan bulan juni yang menyesakkan itu, kau pulang ke alam sana dengan titipan lembaran puisi-puisi abadi. "Yang fana adalah waktu, kita abadi." Selamat istirahat buat Pak Sapardi Djoko Damono. Al-Fatihah.
Zarathustra
Saya sukar mengetap bibir mata kebelakangan ini. Ada gangguan dalam benak ini yang merencat waktu rehat saya yang tidak seenak insan lain. Tetapi, saya juga pusing memikirkan mainan kata Zarathustra yang sangat menekan kompas fahaman moral saya. Ah! Mungkinkah tiba waktunya saya bersengketa dengan maharaja siang kembali?

Comments
Post a Comment