Oktober yang amat menduga sudah di penghujung. Meski ia bagai hampir selesai, luka masih deras mengalirkan titis duka, lalu menghanyutkan kekuatan yang tersisa. Saya akui sedikit lega setelah ianya berakhir. Namun apa guna bila dugaan itu merentap sekali satu-satunya lindungan saya yakni semangat?  Berulang kali saya citakan untuk bebas laksana unggas di udara. Kekal terbang tanpa batas walau hanya sendiri. Saya sanggup.

Comments

Popular posts from this blog

Zarathustra

Puppeteer